Akhir

20170511_171000-1.jpg

 

Kisah ini berawal di suatu hari yang cerah….

Kubuka dua hadiah pagi itu–kedua mataku
dan kaupun melangkah masuk
sadarkah kau tajamnya matamu telah membelahku, meniadakanku
jalanku berbelok arah mengikuti angin sejak itu

Kubuka sebuah hadiah lain pagi itu
juga dari Bapaku–untukmu
masih merah, mentah, tersentak bangun dari tidur yang panjang
terkoyak godaan sebuah keinginan, harapan

Namun sang pemimpi bertopengkan angan melawan kerapuhan
dengan berkendara waktu, berserah pada angin sebagai penentu arah
akhirnya terdampar di suatu tempat di mana lelah mencabik luka lama
dan mata pun mau tak mau berserah, tak lagi kuat

…..dan berakhir di suatu hari yang cerah juga.

Advertisements