Symbol of Freedom

(Scroll down for Indonesian translation – Turun ke bawah untuk versi terjemahan Bahasa Indonesia)

I read an article today about a book review. It doesn’t matter what the title of the book is or who wrote it, but there is a line in that review that caught my attention. It says that the story protagonist’s symbol of freedom is a swing in front of her house. Perhaps it means that whenever the character sits on the swing, she feels free.

That line made me asked myself, what is my own symbol of freedom?

I’ve been racking my brain trying to find the answer to that question and nope, still haven’t found one yet. I tried to remember when was the last time I felt that feeling of freedom, of feeling very very free. Or even times in the past whenever I felt free. That’s when I found one.

For sure every time I went on a trip in the past, I felt that feeling, especially a long trip that involved a little bit feeling of adventure. I think the last time I felt like that was on my trip to Germany in 2018. I went on that trip on my own from Surabaya, Indonesia to Hannover, Germany, and when I arrived in Hannover, it was almost midnight. I had to take a train from the airport to the hotel downtown with no clue how to get to the hotel, so had to ask some people. I completely remember the thought and emotion that came to me as I was walking out of the train station to the hotel dragging my suitcase. I looked around me, saw how there were only very few people on the street, and thought, “This would never happen to me in my country. I doubt I could travel ALONE in the middle of a very quiet night going to some place I’ve never been to and not feeling afraid at all.” Yes, I did not feel afraid at all. Instead, I felt free! For a person like me growing up in a country where freedom like that for women and feeling safe is very very rare, so I treasured that moment. I remember stopped my walk for a few minutes, sat down at a bench nearby, and then just inhaled-exhaled my surroundings.

In other words, my personal definition of freedom is to be able to do something that I otherwise could not do because of social restrictions that are often put up by society for women in my country. Other people may have their own definition of freedom, but this is mine, based on my story above.

But I haven’t answered my question about symbol of freedom, have I?

I guess I don’t have a specific symbol. For me, it’s more about the ACTION, being able to do something that I normally could not do. The reason for me not being able to do it is not necessarily because there is a rule restricting it, but it’s more because of my perception, influenced by the cultures that I absorb consciously or unconsciously throughout my life.

Since I don’t have that many symbol of freedom in the form of action that I can think of, perhaps my next task is to discover more ACTION where I can feel that sense of freedom. I’m sure I have more. I just have to redefine them also as actions of freedom.

_____________________________________________________________________________________________

Terjemahan Indonesia:

Saya membaca suatu artikel hari ini tentang ulasan buku. Tidak masalah apa judul buku itu atau siapa penulisnya, tetapi ada suatu kalimat dalam ulasan itu yang menarik perhatian. Dikatakan bahwa simbol kebebasan bagi tokoh protagonis di buku itu adalah ayunan di depan rumahnya. Mungkin yang dimaksud adalah setiap kali si protagonis duduk di ayunan, dia merasa bebas.

Kalimat itu membuat saya bertanya pada diri sendiri, apa simbol kebebasanku?

Saya sudah memeras otak untuk menemukan jawaban pertanyaan itu dan masih belum menemukan. Saya mencoba mengingat kapan terakhir kali saya merasakan perasaan kebebasan itu, merasa sangat sangat bebas, atau bahkan kapan saja di masa lalu setiap kali saya merasa bebas. Saat itulah saya menemukan satu cerita.

Yang pasti setiap kali saya melakukan perjalanan di masa lalu, saya merasakan perasaan itu, terutama perjalanan panjang yang melibatkan sedikit perasaan petualangan. Rasanya terakhir kali saya merasa seperti itu waktu dalam perjalanan ke Jerman pada tahun 2018. Saya melakukan perjalanan itu sendiri dari Surabaya, Indonesia, ke Hannover, Jerman, dan sudah hampir tengah malam ketika tiba di Hannover. Saya harus naik kereta api dari bandara ke hotel di pusat kota tanpa petunjuk bagaimana menuju ke hotel, jadi saya harus bertanya kepada beberapa orang. Masih benar-benar jelas di ingatan mengenai pikiran dan emosi yang saya alami ketika berjalan keluar dari stasiun kereta ke hotel sambil menyeret koper. Saya menoleh kiri-kanan, melihat bagaimana hanya ada sedikit orang di sekeliling, dan berpikir, “Ini tidak akan pernah aku alami di negaraku. Saya ragu bisa bepergian ke suatu tempat yang baru sendirian di tengah malam yang sangat sunyi dan TIDAK MERASA TAKUT sama sekali. ” Ya, saya tidak merasa takut sama sekali. Sebaliknya, saya merasa bebas! Untuk orang seperti saya yang masa kecilnya tumbuh dan berkembang di negara yang kebebasan dan rasa aman seperti itu untuk wanita sangat jarang, saya jadi sangat menghargai momen itu. Saya ingat waktu itu menghentikan langkahku selama beberapa menit, duduk di sebuah bangku di dekat situ, dan kemudian menghembuskan nafas lega.

Dengan kata lain, definisi pribadi saya tentang kebebasan adalah kemampuan untuk dapat melakukan sesuatu yang biasanya tidak dapat dilakukan karena batasan sosial yang sering dibuat oleh masyarakat untuk perempuan di negara saya. Orang lain mungkin memiliki definisi berbeda tentang kebebasan, tetapi ini milik saya, berdasarkan kisah saya di atas.

Tetapi saya belum menjawab pertanyaan saya tentang simbol kebebasan.

Sepertinya saya tidak memiliki suatu simbol khusus. Bagi saya, ini lebih tentang TINDAKAN, bisa melakukan sesuatu yang biasanya tidak bisa saya lakukan. Alasan saya tidak bisa melakukannya belum tentu karena ada aturan yang melarang, tetapi lebih karena persepsi saya, yang dipengaruhi oleh budaya yang saya serap secara sadar atau tidak sadar sepanjang hidupku.

Karena saya tidak memiliki banyak simbol kebebasan dalam bentuk tindakan yang dapat saya pikirkan, mungkin tugas saya selanjutnya adalah menemukan lebih banyak lagi TINDAKAN di mana saya dapat merasakan rasa bebas itu. Saya yakin punya lebih banyak. Mungkin hanya perlu mere-definisikan kembali tindakan-tindakan itu sebagai wujud kebebasan.

One thought on “Symbol of Freedom

Comments are closed.

%d bloggers like this: