Self Image

Like an obedient kid where her shadow goes, she follows Or a drifted bee Where flower blooms, she bows But then on some days When came the whisper of haze and all effort to rein in anguish fails she let amok run its ruins D’Verse’s Quadrille #122 with the word Go.

Haunted Notes from an Old Closet

once you ran your fingers through my hair I lost grip of reality not even tears could shake your presence away, even now how could you live knowing you’ve caused so much pain how could you leave knowing you left behind a storm I’ve tried to bury you, your touch, inside but I’m afraid, myContinue reading “Haunted Notes from an Old Closet”

Symbol of Freedom

(Scroll down for Indonesian translation – Turun ke bawah untuk versi terjemahan Bahasa Indonesia) I read an article today about a book review. It doesn’t matter what the title of the book is or who wrote it, but there is a line in that review that caught my attention. It says that the story protagonist’sContinue reading “Symbol of Freedom”

Mendung

Sejak pulang dari kerja tadi, mendung sudah mengikuti sepanjang perjalanan. Sempat merasa iba terhadap si bulan yang sudah hampir purnama di atas sana. Ia sepertinya ingin menunjukkan dirinya, namun harus terus menghindar dari buntalan-buntalan hitam di sekelilingnya. Ah, awan-awan itu … memang tak mengenal lelah. Mereka sangat giat mengikuti. Kenapa? Mengapa tak bisa pergi sejenakContinue reading “Mendung”

Akhir

    Kisah ini berawal di suatu hari yang cerah…. Kubuka dua hadiah pagi itu–kedua mataku dan kaupun melangkah masuk sadarkah kau tajamnya matamu telah membelahku, meniadakanku jalanku berbelok arah mengikuti angin sejak itu Kubuka sebuah hadiah lain pagi itu juga dari Bapaku–untukmu masih merah, mentah, tersentak bangun dari tidur yang panjang terkoyak godaan sebuahContinue reading “Akhir”

Hai Kawan (2)

  Ibarat sebuah lukisan dengan kuas yang sudah disiapkan oleh Sang Pencipta setiap kali kau menyapa fajar, lukisan seperti apa yang ingin kau hasilkan di atas kanvas putih hati yang baru? Pasti ada cerita di balik setiap gambar, mungkin lukisanmu ternoda kekecewaan atau tangisan getir atau kuasmu tergerak tawa dan canda apapun itu, lukislah denganContinue reading “Hai Kawan (2)”

Hai Kawan

  Gundah gelap warnamu, menyeringai tak karuan dari balik muka yang kusut bayanganmu, terlalu pekat bahkan – tak segelintir anginpun mau mengabari kedatanganmu bila kau ingin datang, tak ada yang bisa menahan seperti biasa, teriakan protesku tercekik oleh laraku sendiri terjebak dalam putaran hasrat yang tak kunjung usai dan akhirnya, di penghujung malam yang panjang,Continue reading “Hai Kawan”

Keluar dari Zona Nyaman

Kesempatan untuk menyicipi suatu pengalaman baru yang sangat mengesankan muncul di depan mataku beberapa hari yang lalu. Beberapa mahasiswa di fakultasku membentuk suatu komunitas baru, yaitu komunitas teater. Mereka menamakan komunitasnya “Seniman 15 Menit.” Nama itu didapatkan karena pertama kali kelompok itu terbentuk (sebelum menjadi komunitas) adalah karena mengikuti lomba drama di suatu ajang perlombaanContinue reading “Keluar dari Zona Nyaman”