Hai Kawan

  Gundah gelap warnamu, menyeringai tak karuan dari balik muka yang kusut bayanganmu, terlalu pekat bahkan – tak segelintir anginpun mau mengabari kedatanganmu bila kau ingin datang, tak ada yang bisa menahan seperti biasa, teriakan protesku tercekik oleh laraku sendiri terjebak dalam putaran hasrat yang tak kunjung usai dan akhirnya, di penghujung malam yang panjang,Continue reading “Hai Kawan”