Ajaib (2)

Perlahan kami berdua keluar dari balik pintu depan gedung. Jalan terlihat sepi tapi tidak jelas apakah aman atau tidak. Samar-samar kami mendengar suara dari jarak jauh, suara teriakan seseorang. Bukan teriakan lagi sebenarnya, lebih mirip suara menjerit yang membuat bulu kuduk siapapun yang mendengarkan pasti berdiri. Seluruh tubuhku merinding. Yang lebih sulit diatasi sebenarnya detakContinue reading “Ajaib (2)”

Akhir

    Kisah ini berawal di suatu hari yang cerah…. Kubuka dua hadiah pagi itu–kedua mataku dan kaupun melangkah masuk sadarkah kau tajamnya matamu telah membelahku, meniadakanku jalanku berbelok arah mengikuti angin sejak itu Kubuka sebuah hadiah lain pagi itu juga dari Bapaku–untukmu masih merah, mentah, tersentak bangun dari tidur yang panjang terkoyak godaan sebuahContinue reading “Akhir”