A Morning Monologue

Ah, you caught me, caught me stealing a glance What can I say, your sight just sucks me like a magnet So you got me Now, what can I do for you I have to offer something ‘ cause it’s rude not to I’ve interrupted you, your alone time You can punish me Please, punish…

Aku dan Senja

  Ada sesuatu yang selalu mengusikku saat bertatapan langsung dengan senja. Aku dan senja, seperti dua orang yang saling menginginkan, merindukan, tapi tidak akur bila bertemu. Bisa dikatakan, senja denganku memiliki love and hate relationship. Sebenarnya aku punya kisah cinta juga nih. Mungkin suatu waktu bisa dibuat cerpen. Siapa tahu laku, terus jadi pilem. Judulnya…

A Secret Home

  when shadow leaves your side let silence keep you company, let water be witness, and wind carry your anguish tell the moon your secret let it carry your pain for it knows no ending, only possibilities behind that yellow glow lay many lost souls whenever you alone look far beyond the storm amidst the…

Laungan Hati

hitam kelam warnamu terawangi jagadku memaksa pergi senja indah berjingga — membisu kokoh, mematung bak gunung berasap di depanmu hatimu tertutup mendung ingin, ingin, betapa kehendak sudah bersuara lantang! telinga ini semakin tuli oleh laungan hati sendiri senyapmu itu, tinggallah pergi dan biarkan kumerayap kembali kepada malam tak ada isak lagi dalam lengang berserah, ketenangan…

Perjalanan Penyair Amatir

  Malam masih muda, matahari barusan terbenam sejam yang lalu. Seperti biasa, perempuan itu terlihat melakukan kebiasaannya di malam hari. Sambil berjalan tanpa tergesa-gesa, ia terlihat benar-benar meresapi ketenangan suasana di perumahan tempatnya tinggal. Keheningan hanya kadang-kadang terusik oleh suara tawa dan jeritan dari anak-anak yang sepertinya masih sedang bermain. Untungnya suara itu datangnya dari…

Akhir

    Kisah ini berawal di suatu hari yang cerah…. Kubuka dua hadiah pagi itu–kedua mataku dan kaupun melangkah masuk sadarkah kau tajamnya matamu telah membelahku, meniadakanku jalanku berbelok arah mengikuti angin sejak itu Kubuka sebuah hadiah lain pagi itu juga dari Bapaku–untukmu masih merah, mentah, tersentak bangun dari tidur yang panjang terkoyak godaan sebuah…

Hai Kawan (2)

  Ibarat sebuah lukisan dengan kuas yang sudah disiapkan oleh Sang Pencipta setiap kali kau menyapa fajar, lukisan seperti apa yang ingin kau hasilkan di atas kanvas putih hati yang baru? Pasti ada cerita di balik setiap gambar, mungkin lukisanmu ternoda kekecewaan atau tangisan getir atau kuasmu tergerak tawa dan canda apapun itu, lukislah dengan…

Hai Kawan

  Gundah gelap warnamu, menyeringai tak karuan dari balik muka yang kusut bayanganmu, terlalu pekat bahkan – tak segelintir anginpun mau mengabari kedatanganmu bila kau ingin datang, tak ada yang bisa menahan seperti biasa, teriakan protesku tercekik oleh laraku sendiri terjebak dalam putaran hasrat yang tak kunjung usai dan akhirnya, di penghujung malam yang panjang,…

Perjalanan

I. pertunjukan telah usai panggung terlihat sepi lampu sudah dimatikan saat itulah sang aktor perlahan mulai bernapas lagi dan menyapa heningnya malam, sendiri dalam hidup ada waktunya bermain peran dan ada saatnya persona perlu ditanggalkan hari sulit pasti akan dijumpai demikian juga senyum di sela airmata, di akhir penantian tak ada perjalanan yang mudah dan…

Antara Bayangan Waktu

bayanganmu selalu mengganggu langkah namun hanya keheningan yang kau bentangkan di hadapanku tak ada ruang untuk menyanggah suaraku hilang ditelan lengang isi hatimu   deru angin menyentak senyapnya angan bawa pesan bagi sang empunya hati berbisik, sudah waktunya pulang lepaskan pelukanmu terhadap sepi   kadang harapan harus terenggut sampai ke akar untuk berikan ruang bagi…